Mengenang 19 Tahun * Tragedi Hillsborough *

Ada yang berbeda pada peringatan tragedy Hillsborough tahun ini. Sembilanbelas tahun lalu salah satu tragedi terhitam dalam sejarah sepakbola Inggris terjadi. Sebanyak 96 penonton yang keseluruhan adalah suporter Liverpool tewas saat menyaksikan laga The Kop menghadapi Nottingham Forrest di semifinal Piala FA.

Kapasitas stadion yang terlalu minim dibanding arus penonton yang datang menjadi penyebab kejadian mengerikan tersebut. Laga di Stadion Hillsborough yang merupakan kandang Sheffield Wednesday itu akhirnya dihentikan enam menit sebelum turun minum Sejak saat itu setiap tanggal 15 April — hari di mana tragedi tersebut terjadi – fans Liverpool selalu mengadakan upacara peringatan.

Bertempat di Kop Stand, ribuan Liverpudlian selalu bergabung bersama pelatih, staff serta petinggi klub untuk mengenang kembali tragedi tersebut. Hal yang sama terulang Selasa (15/4/2008) Sore waktu Inggris saat sekitar 3000-an Liverpudlian mendatangi Anfield. Hadir pula dalam peringatan tersebut Rafael Benitez, pemain serta staff juga Presiden Eksekutif, Rick Parry.

Sayangnya saat seluruh Liverpool bersatu memperingati kejadian tersebut, Tom Hicks atau George Gillett Jr justru tak hadir. Demikian diberitakan International Herrald Tribune. “Tiba-tiba sepakbola menjadi mewah dan menjadi daya tarik buat investor luar negeri. Dengan risiko besar seperti itu, apakah para investor luar negeri itu lupa dengan harga yang telah kami bayar,” ungkap Phil Hammond, yang menjabat Ketua Hillsborough Family Support Group dalam pidatonya.

Komentar pedas yang dikeluarkan Hammond jelas menunjuk pada duo bos Liverpool saat ini Tom Hicks dan George Gillett. Belum genap 15 bulan duet Amerika Serikat itu memimpin Si Merah, masalah justru lebih sering datang dibanding bertambahnya koleksi tropi. Selain kasus rencana mendatangkan Jurgen Klinsmann, belum lama ini keduanya juga santer dikabarkan akan menjual kepemilikan Liverpool pada konsorsium Dubai International Capital. Rencana tersebut kemudian memunculkan masalah lain karena Gillet berniat melepas sahamnya sementara Hicks justru berniat mempertahankan. Terakhir mereka juga terpecah soal nasib Rick Parry. “Inilah Liverpool — itu adalah soal saling mendukung satu dengan yang lain. Dan Orangorang di Amerika harus bisa melihat kalau mereka tak punya orang-orang seperti ini di belakang mereka. Orang-orang ini akan bertahan dengan klub, akan bertahan dengan Rafa. Klub ini sudah dan akan terus menjadi keluarga yang akan saling mencintai,” pungkas Hammond yang kehilangan putranya berusia 14 tahun dalam tragedi tersebut.

Kutipan redaksi detik.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: